Model Pembelajaran Langsung

A. Pengertian Model Pembelajaran Langsung

Model pembelajaran langsung adalah suatu pendekatan mengajar yang dirancang

khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah. Model ini paling sesuai untuk mata pelajaran yang berorientasi pada penampilan atau kinerja seperti menulis, membaca, matematika, musik dan pendidikan jasmani. Di samping itu, pengajaran langsung juga cocok untuk mengajarkan komponen-komponen keterampilan dari mata pelajaran sejarah dan sains. Menurut Silbernam (2006), strategi pembelajaran langsung melalui berbagai pengetahuan secara aktif merupakan cara untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa sambil melakukan kegiatan pembentukan tim. Cara ini cocok pada segala ukuran kelas dengan materi pelajaran apapun.

B. Ciri – Ciri Model Pembelajaran Langsung

Ciri-ciri model pembelajaran langsung  adalah sebagai berikut :

  1. Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penilaian belajar.
  2. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.
  3. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil.

 

C. Landasan Teori Pembelajaran Langsung

 

Pengajaran langsung banyak diilhami oleh teori belajar sosial yang juga sering

disebut belajar melalui observasi. Arends menyebutnya sebagai teori pemodelan tingkah laku. Tokoh lain yang menyumbang dasar pengembangan model pembelajaran langsung adalah John Dolard, Neal Miller, dan Albert Bandora yang percaya bahwa sebagian besar manusia belajar melalui pengamatan secara selektif dan mengingat tingkah laku orang lain. Pemikiran mendasar dari model pembelajaran langsung adalah bahwa siswa belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan tingkah laku guru. Atas dasar pemikiran tersebut, hal penting yang harus diingat dalam menerapkan model pembelajaran langsung adalah menghindari penyampaian yang terlalu kompleks. Menurut Silbernam (2006), strategi pembelajaran langsung melalui berbagai pengetahuan secara aktif merupakan cara untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa sambil melakukan kegiatan pembentukan tim. Cara ini cocok pada segala ukuran kelas dengan materi pelajaran apapun.

 

D. Tujuan Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa

 

         Penggunaan pengetahuan prosedural memerlukan penguasaan pengetahuan prasyarat yang berupa pengetahuan deklaratif. Para guru selalu menghendaki agar siswa-siswa memperoleh kedua macam pengetahuan tersebut, supaya mereka dapat melakukan suatu kegiatan dan melakukan segala sesuatu dengan berhasil. Para pakar teori belajar pada umumnya membedakan dua macam pengetahuan, yakni pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif (dapat diungkapkan dengan kata-kata) adalah pengetahuan tentang sesuatu, sedangkan pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu.

E. Sintaks atau Pola dan Alur Kegiatan Pembelajaran

Pada model pembelajaran langsung terdapat lima fase yang sangat penting. Pembelajaran langsung dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktek, dan kerja kelompok. Pembelajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan langsung oleh guru kepada siswa. Sintaks model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam 5 tahap, seperti tabel berikut:

Fase

Peran Guru

Fase 1

Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar

Fase 2

Mendemostrasikan pengetahuan dan keterampilan

Guru mendemonstrasikan keterampilan dengan benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap

Fase 3

Membimbing pelatihan

Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal

Fase 4

Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan balik.

Fase 5

Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjut dan penerapan

Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari.

 

 

              Pada fase persiapan, guru memotivasi siswa agar siap menerima presentasi materi

pelajaran yang dilakukan melalui demonstrasi tentang keterampilan tertentu. Pembelajaran diakhiri dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan pelatihan dan pemberian umpan balik terhadap keberhasilan siswa. Pada fase pelatihan dan pemberian umpan balik tersebut, guru perlu selalu mencoba memberikan kesempatan pada siswa untuk menerapkan pengetahuan atau keterampilan yang dipelajari kedalam situasi kehidupan nyata.

Langkah-langkah spesifik pembelajaran langsung, yaitu :

  1. Menyampaikan Tujuan dan Menyiapkan Siswa

         Tujuan langkah awal ini untuk menarik dan memusatkan perhatian siswa, serta  memotivasi mereka untuk berperan serta dalam pelajaran itu.

  1. Menyampaikan Tujuan

         Penyampaian tujuan kepada siswa dapat dilakukan guru melalui rangkuman rencana pembelajaran dengan cara menuliskannya di papan tulis atau menempelkan informasi tertulis pada papan bulletin, yang berisi tahap-tahap dan isinya, serta alokasi waktu yang disediakan untuk setiap tahap.

  1. Menyiapkan Siswa

Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa, memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan, dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya, yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari.

  1. Presentasi dan Demonstrasi

Kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif.

 

 

  1. Mencapai Kejelasan

Kemampuan guru untuk memberika informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa, mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa. Sementara itu, para peneliti dan pengamat terhadap guru pemula dan belum berpengalaman menemukan banyak penjelasan yang kabur dan membingungkan. Hal ini pada umumnya terjadi pada saat guru tidak menguasai sepenuhnya isi pokok bahasan yang dikerjakannya,  dan tidak menguasai teknik komunikasi yang jelas.

  1. Melakukan Demonstrasi

Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil, guru perlu dengan sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan didemonstrasikan, dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya.

  1. Mencapai Pemahaman dan Penguasaan

Untuk menjamin agar siswa akan mengamati tingkah laku yang benar dan bukan sebaliknya, guru perlu benar-benar memperhatikan apa yang terjadi pada setiap tahap demonstrasi.

  1. Berlatih

Agar dapat mendemonstrasikan sesuatu dengan benar diperlukan latihan yang intensif, dan memperhatikan aspek-aspek penting dari keterampilan atau konsep yang didemonstrasika.

Secara garis besar , lima langkah dalam pemngajaran langsung dimana pada model ini  masih berpusat pada gury, antara lain sebagai berikut :

  1. Fase Persiapan
  2. Demonstrasi
  3. Pelatihan Terbimbing
  4. Umpan Balik
  5. Pelatihan lanjut ( mandiri )

 

F. Tugas – Tugas Perencanaan

 

Sebelum melaksanakan pembelajaran langsung guru perlu merencanakan proses pembelajaran. Adapun tugas-tugas perencanaan guru adalah :

  1. Merumuskan Tujuan

Menurut Mager tujuan yang baik perlu berorientasi pada siswa yang spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian (kondisi evaluasi), dan mengandung tingkat ketercapaian kinerja yang diharapkan (kriteria keberhasilan).

  1. Memilih Isi

Bagi guru pemula yang masih dalam proses penguasaan sepenuhnya materi ajar, disarankan agar dalam memilih materi ajar mengacu pada GBPP kurikulum yang berlaku, dan buku ajar tertentu (Kardi & Nur,2000:20).

  1. Melakukan Analisis Tugas

Analisis tugas ini adalah alat yang digunakan oleh guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik, yang akan diajarkan oleh guru.

  1. Merencanakan Waktu dan Ruang

   Ada dua hal yang harus diperhatikan oleh guru :

  1. Memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa
  2. Memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal.

                Lima prinsip dasar yang dapat membimbing guru dalam merencana system penilaian dalam model pembelajaran langsung  adalah :

  1. Sesuai dengan tujuan pembelajaran
  2. Mencakup semua tugas pembelajaran
  3. Menggunakan soal tes yang sesuai
  4. Membuat soal sevalid (terukur) dan sereliabel (konsisten) mungkin.

G. Contoh Pengajaran dalam Pembelajaran Langsung

 

Rencana Pelajaran Model Pengajaran Langsung

Satuan Pendidikan    :  SMP
Mata Pelajaran          :  Matematika
Kelas/Semester         :   I / 1
Aspek                        :  Garis dan Sudut
Alokasi Waktu          :  3 x 45 menit

1. Kompetensi Dasar

         Membagi garis dan menentukan kedudukan dua garis.

2. Hasil Belajar

    Siswa menunjukkan kemampuan menggunakan aturan-aturan yang berlaku pada dua       garis  sejajar yang bertongan dengan salah satu garis lain                             

3. Indikator
    Siswa diharapkan dapat :

  1. menentukan garis-garis sejajar
  2. menentukan banyak garis yang dapat dibuat melalui sebuah titik diluar garis yang ditentukan sejajar dengan garis tersebut.
  3. mengenal sifat garis sejajar.
    • Jika sebuah garis memotong salah satu dari garis sejajar maka garis itu memotong garis sejajar lain.
    • Jika sebuah garis sejajar dengan dua buah garis, maka kedua garis itu sejajar pula satu sama lain.

4. Kelengkapan

  1. Buku LKS
  2. LKS

5. Kegiatan Belajar Mengajar

    Model Pembelajaran     : Pengajaran Langsung
    Metode                          : Ceramah, Tanya-jawab, dan pemberian tugas.

  • Pendahuluan
    • Mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya meminta siswa memberi contoh model garis sejajar pada lantai rumah yang terbuat dari ubin, langit-langit rumah dari eternit.
    • Menginformasikan tujuan pembelajaran
  • Kegiatan Inti
    • mengarahkan siswa untuk memahami pengertian garis sejajar dengan memperhatikan gambar ubin yang disederhanakan.
    • Dengan tanya jawab dijelaskan pengertian garis sejajar.
    • Dengan tanya jawab dikenalkan sifat-sifat garis sejajar selangkah demi selangkah dimulai dengan sifat 1 sampai sifat 3.
    • Memberikan contoh soal mengenai garis sejajar dan sifat-sifatnya dengan metode Tanya jawab.
    • Dengan mengerjakan LKS siswa dibimbing untuk memahami sifat garis sejajar.
    • Guru bersama siswa membahas LKS
    • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan latihan soal.
    • Dengan Tanya jawab, guru mengecek pemahaman siswa.
  • Penutup
    • Guru bersama dengan siswa merangkum materi yang telah dibahas.
    • Guru memberikan pekerjaan rumah berupa latihan soal.

6.Evaluasi

        Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan aspek:

  1. Sikap dan Minat : Sikap dan minat dievaluasi dengan cara observasi selama kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Adapun aspek yang diobeservasi diantaranya: antusiasme saat menerima pelajaran, kehadiran siswa, mengucapkan ide-idenya , kemampuan menanggapi pendapat orang lain, dan saat mengerjakan latihan soal
  2. Kognitif : Aspek kognitif dievaluasi dengan memperhatikan hasil pekerjaan siswa saat menjawab soal-soal latihan dan menjawab pertanyaan lisan yang diajukan guru.

 

 

 

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s